Hari ini adalah hari minggu, berarti hari bagi para pencinta sepakbola untuk menyaksikan match match bergengsi yang di sugukan beberapa stasiun televisi.
Sabtu minggu memanglah hari yang pas untuk para pencinta sepakbola dimanapun berada. Selain sabtu dan minggu adalah hari libur, di hari ini juga banyak tersugukan pertandingan menarik dan begengsi.
Ditemani sebuah tv tabung 20.1′ins, hempasan dingin dari penyejuk ruangan dan sebuah handphone yang katanya pintar,tangan ini rasanya tidak berhenti menari diatas tombol-tombol remote, berusaha mencari saluran televisi yang menarik sembari mata sesekali memperhatikan handphone dan berharap ada sebuah pesan masuk. :p
Setelah bosan mencari tayangan tv yang tak kunjung di dapat, tangan ini pun berpindah labuan. Mengambil handphone dan mulai menjelajah dari bbm,twitter,facebook dan YM.
Sebuah hal yang menarik, ketika semua orang seolah sedang membahas sepakbola. Match malam ini antara 2 tim besar yang merumput di liga Inggris. Jika menilai dari apa yang mereka bahas di jejaring sosial, nampaknya ada sesuatu yang terjadi di pertandingan ini. Menyimpulkan peresepsi sendiri, sepertinya pertandingan dengan tempo panas sedang tersugukan di layar kaca.
Namun disini saya tidak akan membahas jalannya pertandingan.
Karena dari pertandingan ini seketika saya teringat akan sesuatu yang pernah saya alami. Sampai tertawa ‘geli’ jemari ini mulai menuangkan sebuah cerita cinta yang tidak kesampean.
Cinta…
Cinta itu memang selayaknya datang dari hati yang terdalam.Maka anda akan tau ketulusan dari cinta itu. Dan anda akan tau apakah ini cinta atau euphoria sesaat.
Memilih sepakbola sebagai pelabuan cinta pada olahraga yang katanya ‘milik’ kaum hawa ini memanglah bukan cinta yang biasa.
Banyak tentangan dari lingkungan sekitar yang menganggap ‘aneh’ dengan kecintaan saya ini.
Banyak pandangan pandangan orang yang melihat sinis dan menyebut ‘gila’ kepada kecintaan saya ini.
Dan banyak cemoohan yang harus di terima ketika tim kecintaan saya ini menelan kekalahan atau sedang mengalami keterpurukan.
Tapi, semua ini membuat saya sadar betapa ‘wah’ nya olahraga ini sehingga banyak pihak pihak yang seakan ‘anti’ dan ‘cemburu’ kepadanya.
Cinta sepakbola rasanya kurang afdol jika kita tidak memiliki sebuah klub yang nantinya akan disebut ‘kekasih’ itu.
Hati ini dulu pernah berlabu ke beberapa tim indonesia maupun luar negri. Sebelum akhirnya jatuhlah pilihan kepada tim asal ibu kota Indonesia Persija Jakarta.
Dulu saya sempat terjerumus akan euphoria semata. Ketika teman teman saya yang lain sibuk berbincang tentang Manchester United, Barcelona, Milan dllnya, saya hanya bisa tersenyum karena saya tidak mengenal tim-tim itu. Yang saya tahu hanya Persija, Persib, Persik, PSMS dan beberapa deret nama tim besar dikala itu.
Seolah tak mau kalah, saya pun mencoba menyaksikan liga luar. Dan jatuhlah pilihan saya kepada sebuh tim yang berlaga di Liga Inggris. Sebut saja tim yang kurang beruntung itu adalah “si Biru”. Kenapa saya katakan kurang beruntung? Karena “si Biru” menjadi korban pelarian dan euphoria semata tanpa adanya dasar nama cinta.
Jelas beda, saya merasakan perbedaan yang mendasar akan getaran hati ini ketika menyaksikan tim tersebut. Biasa saja, ketika diri ini menonton pertandingan. Tidak ada gereget, kesedihan jika kalah, dan enegri dukungan yang keluar dari diri ini seolah tertahan. Sehingga saya menyadari, ini adalah cinta yang tak sehat. Cinta yang tak datang dari hati. Dan sebagikanya saya mengatakan ‘putus’ sebelum ini berjalan lebih jauh.
Sementara di Persija Jakarta, Saya menemukan sebuah cinta dari hati disini.
Hati ini akan marah ketika sang ‘kekasih’ di olok-olokan orang lain.
Hati ini akan sedih ketika raihan point maksimal tidak bisa di dapatkan.
Dan energi positive itu terasa keluar memasuki jiwa jiwa pemain ketika saya berdiri di tribune bersama teman teman Jakmania lainnya.
Saya merasa berbeda, bukan maksud membanding bandingkan namun perbedaan itu terletak dari cinta dalam hati yang hanya bisa di rasakan oleh sang pemiliknya.
Cinta yang telah ia berikan ini banyak membawa pembelajaran bagi saya. Banyak hal-hal positive yang saya terima dari sini.
Arti dari sebuah kata ketulusan, pengorbanan dan pembelajaran kehidupan.
Sebuah cinta buta yang menyenangkan dan membanggakan
Kini saya makin percaya cinta itu tidak dapat dipaksakan dan membutuhkan ketulusan.
Semoga cinta ini akan terus abadi dan kesetiaan ini akan terus terjaga sampai selama lamanya.
Terimakasih PERSIJA Terimakasih JAKMANIA Terimakasih SEPAKBOLA INDONESIA. (Christine Elke Mengko)
Kamis, 26 Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar