GAWAT BANGET, JAKARTA FC 1928 BISA BUBAR CEPETAN
Bisa
jadi 'DOSA' Jakarta FC 1928 yang 'merampok' Diego Michiels sebelum
dituntut oleh Pelita Jaya, akan bubar di tengah jalan, jika tidak
cepet-cepet dapat suntikan dana. Sampai Jumat tadi masih 'SOS' akibat
semua pemain dan ofisial belum gajian bulan Desember 2011.
Jumat
sore semua pemain memang datang ke lapangan, tapi kapten Danilo
Fernando sebagai juru bicara bilang kepada pelatihnya Jaya Hartono,
"Kita tak bisa latihan, dan tidak berangkat bertanding, kalau gaji bulan
Desember belum dibayar," demikian tegasnya. Dan, Jaya Hartono, tak bisa
apa-apa kecuali pasrah.
Padahal, Minggu 15 Januari 2011 -
Jakarta FC 1928 - masih akan tetap melakukan perjalanan 'MUSAFIR'
pindah-pindah homebase sampai satu musim kompetisi IPL berakhir (dengan
catatan kalau selesai), menghadapi Persebaya 1927. Bahkan, kabar
terakhir Jakarta FC belum mendapat ijin dari pihak berwenang untuk main
di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Semua manajemen Jakarta
FC 1928 sepertinya sedang super panik, melihat kondisi klub abal-abal
yang ngaku Persija Jakarta ini. PT Persija Jaya dibawah manajemen
Bambang Sutjipto, Pintor Gurning, Sonny Sumarsono dan Zulkarnaen ini,
seperti akan terkena SKAK-STER. Pertama, uang gajian pemain belum ada
yang bertanggungjawab, sementara itu, Selasa 17 Januari 2012 - pengelola
ini akan dihujani hukuman dari pengadilan Jakarta Timur, mengenai
ribut-ribut dualisme.
Namun, Jumat malam sepertinya -
wajah manajemen lumayan sumringah. Karena, ujug-ujug ada berita bahwa
ada pinjaman Rp 600 juta dari musisi Ahmad Dhani, agar para pemain bisa
latihan dan bertanding menghadapi Persebaya 1927, pada hari Minggu
besok.
Setelah ditelusururi dengan investigasi CN,
ternyata selama ini, Jakarta FC 1928 - memang sedang ditawar-tawari
kepada investor oleh pihak KONSORSIUM Jenggala. Dan, para marketing
'swasta' Jenggala sudah saling sepakat, bahwa investor Jakarta FC 1928
ini untuk sementara adalah gembong grup band DEWA.
Kalau
Ahmad Dhani nantinya akhirnya harus 'bangkrut' karena terbius oleh
rayuan 'marketing swasta' Jenggala, untuk mengelola Jakarta FC 1928 - ya
monggo silahkan. Karena, sampai kapan pun juga, klub yang mengaku-ngaku
Persija Jakarta ini, tak pernah akan dapat keuntungan. Maklum,
sepanjang satu musim selalu 'MUSAFIR' alias pindah-pindah homebase, dari
Madiun, Solo dan Bantul. Entah, kalau besok-besok akhirnya pindah main
di pantai, akibat sudah tidak ada income dari mana-mana, sementara
investor ketipu 12.
Analisis :
Ini baru kemungkinan, bisa saja Ahmad Dhani punya rencana agar anak tertuanya :
Al
Farel Ghazali Bin Muhammad Dhani Prasetyo (alias Al), yang kelahiran 1
September 1997 (bakal 15 tahun) diniatkan masuk buku rekor MURI-nya Jaya
Suprana.
Yaitu sebagai starter termuda dalam tim nasi bungkus asuhan Jaya Hartono : Persije Jenggala.
Namanya juga Ahmad Dhani, gak mungkinlah dia gak bisa bedain antara Persija beneran dengan JFC (yg ngaku2 sebagai Persija).
Pasti gak lebih dari sekedar cari sensasi, dan bentuk sensasi yang paling mungkin ya...sebagai starter di usia muda...
Ini
cuma sekedar analisis, mohon pasukan Jenggalamania atau cak cuk mania
jangan ngambek dulu, kita lihat aja perkembangannya seperti apa...(Abdul Jawfc)
Minggu, 15 Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar