Jumat, 28 Mei 2010

SEJARAH MACAN KEMAYORAN !

Ronda Macan Betawi :
Di daerah kemayoran tinggallah seorang pemuda bernama Ali Zainudin Alias Murtado panggilan sehari-harinya. dia hidup pada abad ke18 (saya lupa tanggalnya). Ayahnya adalah bekas seorang lurah di daerah tersebut. Karena sudah tua, kedudukannya digantikan oleh orang lain. Murtado mempunyai sifat-sifat yang baik, tidak sombong, baik kepada anak kecil, hormat kepada orang tua dan senantiasa bersedia menolong orang-orang yang mendapat kesusahan. Di samping itu dia tekun menuntut ilmu agama, mempelajari bermacam-macam ilmu pengetahuan lainnya seperti ilmu bela diri dan sebagainya. Oleh karena sifat-sifatnya yang terpuji itu, maka Murtado disenangi oleh penduduk di kampung tersebut.
Ketika itu, keadaan masyarakat di daerah Kemayoran tidak tenteram. Penduduk selalu diliputi rasa ketakutan, akibat gangguan dari jagoan-jagoan Kemayoran yang berwatak jahat ataupun gangguan dari jagoan daerah lainnya yang datang ke daerah ini untuk mengacau atau merampas harta benda penduduk, kadang-kadang mereka tidak segan-segan membawa lari anak perawan ataupun istri orang yang kemudian diperkosa dan kalau melawan disiksa dan dibunuh. Murtado membela masyarakat kecil dari penindasan kompeni dan Murtado melakukan aksinya mencuri untuk kepentingan kaum miskin dan tertindas. Karena aksi yang dilakukan sangat berani seperti macan maka Murtado mendapat julukan "Macan Kemayoran" dan kemudian namanya di kenal sekota Batavia maka masyarakat memberi Julukan "Macan Betawi". Nama Murtado diabadikan menjadi jalan dan gang di Ibukota seperti di dekat Fly Over Jalan Pramuka Raya . Dan Kemudian julukan "Macan Kemayoran"dan kemudian berubah menjadi MACAN JAKARTA diabadikan buat julukan klub kesayangan Ibukota Jakarta yaitu "Persija"

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Powered by Blogger